kelasteknik.id
Panduan Gratis · Struktur & Pembesian

Cara Membuat Bar Bending Schedule (BBS)

Panduan BBS lengkap: hook, bend deduction, contoh hitung D13/D19, template excel gratis, standar SNI.

Update Juli 2026 · ⏱ 5 menit baca

Bar Bending Schedule (BBS) adalah tabel teknis yang merinci setiap batang tulangan beton — diameter, bentuk bengkok, panjang potong, jumlah, dan berat total. Dokumen ini menjadi acuan fabrikasi besi di lapangan dan dasar perhitungan kebutuhan material di RAB. Artikel ini menjawab cara membuat bar bending schedule dari nol: mulai definisi, rumus hook length dan bend deduction, contoh angka nyata, format excel, sampai kesalahan yang sering bikin proyek meleset.

Apa Itu BBS dan Kenapa Penting di Proyek Konstruksi?

BBS (Bar Bending Schedule) adalah daftar engineering per batang tulangan, bukan sekadar rekap tonase besi. Setiap bar punya bar mark unik, shape code, panjang potongan hasil perhitungan, dan lokasi elemen (pondasi, kolom, balok, pelat).

Tanpa BBS yang akurat:

  • Mandor tulangan menginterpretasikan gambar secara subjektif — bentuk hook dan panjang splice sering salah.
  • QS tidak bisa mengunci BOQ besi; waste 10–15% jadi biasa, bukan anomaly.
  • Site engineer kehilangan acuan QC sebelum cor — rework setelah beton mengeras mahal dan lambat.

BBS berbeda dari cutting list: cutting list mengoptimalkan pemotongan batang besi 12 m dari supplier, sedangkan BBS fokus dimensi engineering per mark sesuai gambar. Keduanya dibutuhkan, tapi tidak bisa saling menggantikan.

Komponen dalam BBS — Apa Saja yang Harus Ada?

Format BBS standar proyek Indonesia umumnya memuat kolom berikut:

KolomIsiContoh
Bar MarkKode unik per bentuk batangF1-T1, K2-M1, B3-S4
ElementLokasi strukturFooting F1, Kolom K2, Balok B3
DiameterØ besi tulangan (mm)D10, D13, D16, D19
No. of MembersJumlah elemen identik4 kolom identik → 4
No. in EachBatang per elemen8 tulangan utama per kolom
Total QtyMembers × No. in Each4 × 8 = 32 batang
Length (mm)Panjang potong per batang3.808
Shape CodeKode bentuk bengkok00 lurus, 11 hook 90°, dll.
Total Length (m)Qty × panjang32 × 3,808 = 121,86 m
Weight/m (kg)Berat per meter SNID19 = 2,230 kg/m
Total Weight (kg)Total panjang × berat/m121,86 × 2,230 = 271,7 kg

Tambahan kolom Remarks untuk catatan splice, zona seismic, atau referensi detail gambar (mis. Detail 5/S-03).

Cara Menghitung BBS — Step by Step

Alur di bawah ini dipakai engineer struktur dan QS di proyek beton bertulang — dari gambar sampai tabel siap fabrikasi.

Langkah 1 — Baca gambar detail tulangan

Mulai dari gambar pondasi, kolom, balok, atau pelat. Catat: diameter utama & sengkang, spacing, panjang bentang, tebal elemen, cover beton (biasanya 25–75 mm tergantung elemen), hook, dan panjang sambungan (lap splice) bila ada.

Langkah 2 — Beri kode bar mark

Contoh kolom K1: tulangan utama K1-M1 (D19), sengkang K1-S1 (D10). Konsistensi kode memudahkan tracking revisi gambar dan pengecekan di lapangan.

Langkah 3 — Rumus panjang potong (cutting length)

Rumus umum:

Panjang potong = dimensi bersih + total hook − bend deduction

Hook length (panjang kait)

Untuk anchorage hook 90° pada tulangan utama, praktik lapangan Indonesia sering memakai:

  • Hook 90° ≈ 16 × d (d = diameter batang, mm) [VERIFIKASI: konfirmasi ke SNI 2847:2019 / detail proyek]
  • Hook 135° (sengkang) ≈ 10 × d per ujung [VERIFIKASI]

Bend deduction (pengurangan tekukan)

Saat besi dibengkok 90°, panjang efektif berkurang karena radius tekukan. Aproksimasi praktis:

  • Bend 90° ≈ 2 × d per tekukan
  • Sengkang persegi 4 tekukan 90°: kurangi 4 × 2d = 8d

Contoh 1 — Tulangan vertikal kolom (D19)

Kolom tinggi 3,20 m, hook 90° atas & bawah, D19:

  • Tinggi bersih = 3.200 mm
  • Hook bawah = 16 × 19 = 304 mm
  • Hook atas = 304 mm
  • Panjang potong ≈ 3.200 + 304 + 304 = 3.808 mm (3,81 m)

Contoh 2 — Sengkang kolom 400×400 mm (D10)

Cover 40 mm, sengkang D10:

  • Dimensi dalam = 400 − 2×40 − 2×10 = 300 mm
  • Keliling dalam = 2 × (300 + 300) = 1.200 mm
  • Hook 135° × 2 ujung ≈ 2 × (10 × 10) = 200 mm [VERIFIKASI]
  • Bend deduction 4 sudut = 4 × 2 × 10 = 80 mm
  • Panjang potong ≈ 1.200 + 200 − 80 = 1.320 mm (1,32 m)

Contoh 3 — Tulangan pondasi F1 2,0×2,0 m, D13 @150 mm

  • Panjang bentang arah X = 2.000 mm → jumlah batang = (2.000 ÷ 150) + 1 = 15 batang
  • Panjang per batang (termasuk cover) ≈ 2.100 mm (cek detail gambar untuk development length)
  • Arah Y simetris → 15 batang
  • Berat satu arah: 15 × 2,10 × 1,042 = 32,8 kg
  • Total F1 (2 arah) ≈ 65,6 kg D13 (belum sengkang/tambahan)

Langkah 4 — Rumus berat besi tulangan

Berat (kg) = panjang (m) × jumlah batang × berat/m

DiameterBerat (kg/m)
D80,395
D100,617
D131,042
D161,580
D192,230
D223,040
D253,980

Angka berat/m mengacu tabel standar besi beton polos/ulir SNI [VERIFIKASI: SNI 2847:2019 Tabel berat]. Untuk estimasi cepat ke RAB, silang cek Kalkulator RAB dan harga satuan pembesian di Bank AHSP SNI (grup pekerjaan beton & pembesian).

Contoh Format BBS (Tabel / Excel)

Contoh cuplikan BBS footing F1:

MarkØQtyLength (mm)ShapeTotal Wt (kg)
F1-T1D13152.1000032,8
F1-T2D13152.1000032,8
F1-S1D10241.1501117,0
Subtotal F182,6

📥 Template BBS Excel gratis — format kolom standar + contoh baris, siap dibuka di Excel/Google Sheets:
Unduh Template BBS (.csv) →

Untuk proyek besar, BBS software (AutoCAD Rebar, Revit Structure, Tekla) mempercepat input — tapi output wajib bisa diaudit manual. Banyak kontraktor menengah masih pakai Excel; yang kritis adalah logika perhitungan, bukan merek software.

Kesalahan Umum yang Bikin BBS Meleset

  • Hook / lap splice dilupakan — kebutuhan besi terlihat hemat di kertas, lapangan minta tambahan; klaim material jebol.
  • Cover beton tidak konsisten — panjang vertikal kolom sering salah 40–75 mm per ujung; di gedung bertingkat, selisihnya besar.
  • Spacing tanpa +1 batang — @150 mm dihitung = bentang ÷ 150 tanpa batang di ujung.
  • Bend deduction diabaikan — khusus sengkang dan balok banyak tekukan, total panjang meleset 3–5% per batang.
  • BBS tidak sinkron revisi gambar — BBS Rev. A dipakai saat struktur sudah Rev. C; penyebab rework termahal.
  • Campur cutting list & BBS — supplier butuh optimasi 12 m, lapangan butuh dimensi per mark; keduanya harus konsisten angka total beratnya.

Standar & Referensi yang Dipakai

  • SNI 2847:2019 — Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung (cover, development length, splice) [VERIFIKASI]
  • SNI 7656 — Besi tulangan beton (mutu, berat/m, toleransi) [VERIFIKASI]
  • ACI 318 / BS 8666 — shape code & hook standard (sering dipakai proyek internasional di Indonesia)
  • Shop drawing struktur — sumber utama dimensi; BBS adalah turunan yang harus match 100%

Detail proyek (cover 40 vs 75 mm, splice tumpang tindih 40d vs 50d) selalu mengikuti gambar dan RKS — bukan angka generik artikel ini.

Pertanyaan Umum

Apa itu Bar Bending Schedule (BBS)?+

BBS adalah dokumen teknis yang merinci setiap batang tulangan beton: bar mark, diameter, bentuk bengkok, panjang potong, jumlah, dan berat total. BBS menjadi acuan fabrikasi besi di lapangan dan dasar perhitungan kebutuhan material di RAB/BOQ.

Bagaimana rumus panjang potong besi tulangan (cutting length)?+

Panjang potong = dimensi bersih + total hook length − bend deduction. Hook 90° umumnya 16×diameter batang; bend 90° mengurangi panjang sekitar 2×diameter per tekukan. Selalu cek detail gambar proyek karena cover dan splice bisa berbeda.

Berapa berat besi D13 per meter?+

Besi D13 (13 mm) beratnya sekitar 1,042 kg/m untuk batang polos/ulir standar SNI. Rumus total: panjang (m) × jumlah batang × 1,042.

Apa beda BBS dengan cutting list?+

BBS fokus dimensi engineering per batang sesuai gambar (mark, shape, panjang). Cutting list mengoptimalkan pemotongan batang besi 12 m dari supplier agar waste minimal. Keduanya melengkapi: BBS untuk akurasi engineering, cutting list untuk efisiensi pengadaan.

Apakah BBS bisa dibuat di Excel saja?+

Ya. Banyak proyek menengah memakai Excel/Google Sheets dengan template kolom standar. Software BBS (AutoCAD Rebar, Revit) membantu proyek besar, tapi kemampuan hitung manual tetap wajib untuk verifikasi output.

Di mana download template BBS excel gratis?+

Template CSV siap pakai (bisa dibuka di Excel) tersedia gratis di artikel ini: /downloads/template-bar-bending-schedule-kelasteknik.csv. Peserta rekaman training BBS juga mendapat template lengkap + studi kasus proyek.

Standar apa yang dipakai untuk hook dan splice di Indonesia?+

Umumnya mengacu SNI 2847:2019 untuk beton struktural dan SNI 7656 untuk besi tulangan. Proyek internasional sering memakai ACI 318 atau BS 8666 untuk shape code. Detail spesifik mengikuti shop drawing dan RKS proyek.

Daftar Webinar BBS — 12 Juli 2026

Training Bar Bending Schedule live via Zoom · 09.00–15.00 WIB · Rp 100.000 (normal Rp 150.000) · e-sertifikat + rekaman. Seat terbatas.

Daftar Sekarang →

Baca Juga

← Kembali ke Artikel